Fajar Alexa drumer sambil konsisten dengan lari dan Triathlon.

0
153
views
fajar alexa

PAVIDASK.C0M– Ibarat orang kasmaran, sudah sejak 2011 silam Fajar jatuh hati dengan olahraga lari. Bermula ketika ia bersama band Alexa diminta pihak sponsor untuk mengikuti acara lari yang didukungnya. Beruntung, setelah itu, rasa cinta Fajar pada lari justru bersemi, seiring motivasinya menjaga kebugaran, I berat badan, dan gaya hidup sehat. Hingga hari inipun ia masih konsisten dengan lari yang menjelma hobi dan passion-nya. “Buat saya lari bisa melepaskan stres. Bahkan, tujuan sehat dan bugar bukan lagi target utama. Seperti hobi, tapi melepas stresnya lebih real dan berkelanjutan. Hobi ini menjadi sesuatu yang “nagih” buat saya,” ujar pria kelahiran 1982. Rasa cinta itu pula yang mendorong Fajar menaikkan hobinya itu ke level yang lebih menantang dengan mengikuti maraton.

 

Sesuatu yang tak pernah dibayangkannya. “Mundur ke 30 tahun perjalanan hidup saya, nggak pernah terpikir saya akan menyenangi olahraga ini. Tapi kalau selalu merasa nggak bisa atau nggak mau, kita nggak akan ke mana-mana. Dari situ saya belajar dan menemukan “enaknya” lari. Saya juga tertantang untuk terus mencoba sesuatu yang baru,” terang pria lajang ini yang sadar bahwa lari juga telah mengubahnya menjadi lebih percaya diri dan optimis. Mengalir mengikuti arus, beberapa lomba maraton sudah diikuti sejak 2013, seperti yang ditargetkannya. Tak tanggung-tanggung, hobi itu pula yang membawa bermimpi mengikuti kompetisi triatlon. Targetnya waktu itu adalah kompetisi triatlon bergengsi di dunia, Ironman. Terbukti, mimpi itu sudah diwujudkannya dengan mengikuti gelaran Ironman kategori Half Distance (70.3) dan Full Distance di beberapa negara sejak 2015 silam. “It’s not an easy race. Butuh perjuangan keras untuk secara fisik dan mental siap mengikuti kompetisi Ironman,” kenang Fajar.

Untuk siapapun yang berminat untuk memulai lari:

  1. Start Segera mulai berlatih lari.
  2. Socialize Jangan malu untuk share dengan orang lain yang memiliki kesamaan interest. Ini akan menjadi dorongan semangat kita.
  3. Learn Jangan pelit waktu untuk cari tahu dan belajar pengetahuan yang mendukung latihan kita dan tidak termakan mitosmitos yang salah seputar lari.

 

Berbuat Lebih untuk Lari

Fajar berharap bisa melakukan banyak hal untuk menginspirasi orang lain dengan hobi lari yang dilakukannya hingga saat ini. Selain sebagai figur influencer dalam menggalakkan lari, Fajar ingin ikut andil secara nyata dalam menumbuhkan minat lari di orang lain. Salah satu yang dilakukan adalah dengan rutin menyumbangkan sepatusepatu miliknya yang masih layak pakai kepada siapapun di daerah-daerah pelosok yang memiliki minat lari.

Cedera Otot: Amatir dan Sok Tahu

Menikmati hobi dan passion-nya, Fajar ternyata pernah mengalami cedera otot yang memaksanya istirahat kurang lebih 2 bulan lamanya. Kejadiannya pada 2013 silam saat maraton di Penang, Malaysia. “Saya ngaku saja. Itu akibat amatir sok tahu. Saat itu awal-awal ikut maraton. Baru selesai lomba di Jakarta, ditawarkan ikut lomba maraton lagi di Penang. Jedanya cuma 2 bulan. Saya terlalu all out. Akhirnya cedera otot paha samping,” jelasnya. Tapi di masa recovery itulah Fajar justru banyak berlatih berenang dan bersepeda sesuai arahan ortoped. Pengalaman itulah yang melengkapi bekalnya mengikuti triatlon dan Ironman.

Ironman dan Konsistensi

Masih ada banyak race Ironman dengan tantangan yang lebih berat dari yang sudah pernah Fajar jalani. Namun, ia sadar mengukur kemampuan. Tantangan terpenting saat ini baginya adalah menjaga konsistensi latihan, termasuk aktivitas berlari yang sudah menjadi rutinitasnya. “Terpikir ikut race Ironman yang lebih menantang, termasuk Ironman yang di Kona, Hawaii. Ini level tertinggi dan berat syaratnya untuk bisa sampai ke sana. Tapi paling penting buat saya adalah menjaga konsistensi latihan dan endurance dari race-race yang sudah saya ikuti. Saya ingin bisa konsisten lari sampai kapanpun,” tegas Fajar.

 

Tulang dan Medical Check-Up

Dengan kesibukannya, termasuk rutinitas kebugaran yang dilakoninya, Fajar sadar akan pentingnya medical check-up, termasuk untuk kesehatan tulang. Dulu, sedikitnya setiap 6 bulan sekali ia melakukan check-up. Hal ini untuk memantau kesehatan dan fungsi organ di dalam tubuhnya. Hingga kini, meski tidak serutin dulu, pemeriksaan medis berkala masih ia lakukan. Dari pemeriksaan itu juga Fajar mendapatkan saran-saran yang penting guna menjaga kondisi jantung, ginjal, dan lain sebagainya. Begitu juga dengan pemeriksaan kepadatan tulang (bone mineral density). Fajar juga rutin menjalaninya. “Pemeriksaan ini juga penting untuk melihat kondisi tulang dan berjaga akan risiko nantinya. Olahraga yang saya lakukan juga rentan risiko,” ujarnya. Dari pemeriksaan berkala itulah Fajar mengetahui kesehatan tulangnya saat ini dalam kondisi “superior”. Fajar percaya bahwa kesehatan tulangnya saat ini adalah manfaat dari aktivitas kebugarannya yang banyak terpapar sinar matahari. Meski demikian, asupan makanan dengan kandungan vitamin D dan kalsium juga tak kalah menjadi perhatian. “Selain suplemen, makanan yang mengandung kalsium juga penting. Misalnya susu dan ikan teri,” ujar Fajar yang banyak mendapat informasi seputar kesehatan tulang melalui berbagai media termasuk berkonsultasi dengan dokter dan nutrisionist. Tak kalah penting dalam menghindari risiko cedera tulang, dalam aktivitas olahraganya ia juga mengenakan alat bantu pengaman. “Biasanya untuk latihan beban, berkenaan dengan sendi di kaki, saya selalu kenakan decker untuk menjaga risiko,” ujar salah satu campaign creator Adidas Runners di Indonesia ini.

Sumber :

Artikel by : Hapis Sulaiman (Wellnezz Magazine is Published by PT LIVIMBI MEDIA)

OMNI HOSPITALS MAGAZINE

https://www.omni-hospitals.com/uploads/pdf/a33ccb5136b2f7bf660484601f16c6bc.pdf